Selamat datang di website resmi Desa Plodongan. Website ini berisi informasi lengkap mengenai sejarah desa, visi misi, struktur organisasi, statistik penduduk, informasi UMKM, galeri kegiatan, dan layanan pengaduan masyarakat.
Lihat Profil DesaDesa Plodongan merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah. Desa ini dikenal sebagai desa yang asri, sejuk, dan memiliki masyarakat yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan serta gotong royong. Dengan lingkungan alam yang masih hijau dan udara pegunungan yang sejuk, Desa Plodongan memiliki potensi di bidang pertanian, peternakan, UMKM, serta pengembangan sumber daya masyarakat. Selain itu, desa ini juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pembangunan desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Desa Plodongan terdiri dari beberapa dusun yang saling terhubung dan hidup berdampingan dengan penuh kerukunan. Semangat kekeluargaan menjadi salah satu ciri khas masyarakat desa dalam menjaga tradisi dan budaya lokal yang masih lestari hingga saat ini. Sebagai desa yang terus berkembang, Desa Plodongan berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan masyarakat yang transparan, inovatif, dan berbasis teknologi melalui pengembangan informasi desa dan pelayanan publik yang lebih modern. Dengan semangat “membangun desa bersama masyarakat”, Desa Plodongan terus melangkah menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Asal-usul dan sejarah lengkap Desa Plodongan
Berikut ini sejarah mengenai Desa Plodongan:
Pada zaman dahulu kala ada seorang kamitua Desa yang bernama Ki Buyut Sadin. Beliau singgah di sebuah perkampungan kecil yang sebagian penduduknya menggunakan peralatan dari bambu untuk mengambil air bersih dan juga tempat air Nira/Badik ( Nderes Aren ).
Ketika ki Buyut Sadin melanjutkan perjalanannya, dia pun melihat orang yang sedang mengambil air nira ( nderes aren ). Kemudian ia bertanya: “ Sing nggo wadah banyu aren ( Badik ) jenenge apa? (wadah untuk air nira namanya apa?)”
“LODONG”, jawab salah seorang penduduk tersebut.
Karena banyaknya penduduk kampung yang menggunakan bambu sebagai tempat air minum dan air nira (Nderes aren) Ki Buyut Sadin pun memberikan nama perkampungan itu dengan nama “PLODONGAN”.
Lodong ( tempat air nira/ aren yang berasal dari Bambu ) dan semenjak itu Ki Buyut Sadin pun menetap di kampung tersebut hingga akhir hayatnya, juga makamnya ada di kampung tersebut.
Desa Plodongan yang terdiri dari 6 dukuhan ini, juga memiliki sejarah masing-masing, yaitu:
Suatu hari Ki Demang Kerta Leksana yang biasa di panggil Kyai Baleragas melakukan perjalanan dengan beberapa pengikutnya, dan tibalah mereka di sebuah perkampungan kecil yang bernama Plodongan.
Disana mereka bertemu dengan kamitua kampung yang bernama Ki Buyut Sadin. Melihat kecilnya perkampungan itu, Ki Demang Kerta Leksana menawarkan untuk memperluas wilayah perkampungan dengan perjanjian akan memberikan tanah di wilayah kekuasaannya dan sebagai imbalannya kampung sebelah bisa mengalirkan air irigasi dari kampong tersebut.
Ki Demang kerta Leksana juga memberikan petuah agar di kemudian hari tidak di langgar oleh Ki Buyut Sadin dan keturunannya, larangan tersebut yaitu: Tanah tersebut boleh di tempati turun temurun akan tetapi tidak boleh di jual.
Ki Buyut Sadin pun menerima tawarannya dan semenjak itu tanah hasil perjanjian di berinama “SEMAMPIR” ( di gantungkan ).
Ki Demang Kerta Leksana (Kyai Baleragas) dan para pengikutnya kemudian melanjutkan perjalanannya, dan sampailah di sebuah perbukitan.
Ki Demang Kerta Leksana terpesona dengan kesuburan tanah dan alamnya, juga karena luasnya perbukitan tersebut ki Demang Kerta leksana sampai menunjuk-nunjukkan jarinya ke arah utara dan selatan kepada para pengikutnya.
Kemudian beliau memerintahkan kedua pengikutnya yang bernama kyai Jenggot dan kyai Rese bodol ( nama samaran ) untuk mendirikan pemukiman di perbukitan tersebut sebagai kampong tempat tinggal kedua pengikutnya.
Ki Demang Kerta Leksana pun berharap agar kedua pengikutnya bisa hidup guyup rukun, damai dan sejahtera sehingga perbukitan itu pun di bagi menjadi dua wilayah perkampungan, Utara dan Selatan dan di berinama “BANJARAN LOR dan BANJARAN KIDUL” ( Banjar- Pemekaran ).
Ki Demang Kerta Leksana (Kyai Baleragas ) juga singgah di sebuah perkampungan untuk bertemu dengan Ki Suro Kerti dan Ki Wangsa Kerti, keduanya adalah kakak beradik yang juga di segani di kampong tersebut.
Namun betapa kecewanya ki Demang Kerta Leksana karena tidak bisa bertemu dengan Ki Suro kerti dan Ki Wangsa kerti sehingga tanpa sengaja mengucapkan kata-kata:
“ Dasar bakul kendil , saben dina lungan terus ngalor ngidul ” ( Dasar penjual kendil/ gerabah setiap hari selalu bepergian ).
Sehingga dari kata-kata yang di ucapkan Ki Demang kepada Ki Suro kerti dan ki Wangsa kerti perkampungan itupun di berinama “TINDAKAN LOR DAN TINDAKAN KIDUL” (Tindakan - Bepergian ).
Berawal dari sebuah kejadian bencana alam yang terjadi pada sekitar tahun 1987.
Perbukitan yang berada di atas pemukiman warga dukuh Tindakan kidul longsor dan mengakibatkan kerusakan tanah dan rumah warga sehingga mengharuskan warga yang terkena dampak longsoran tanah tersebut pindah (Relokasi) ketempat yang baru.
Di sebelah barat makam Desa yaitu tanah Negara( Gege ) yang gunakan untuk imbalan atau upah atas jabatan juru kunci makam Desa / penjaga makam.
Sejak saat itu pemukiman yang baru di berinama “SINANG” ( yang mengenang / mengingat ).
Visi dan Misi Kepala Desa Plodongan Periode 2019-2025
Rumusan visi tersebut pada dasarnya merupakan cita-cita Pemerintah Desa Plodongan selama Tahun 2011-2015 yang menggambarkan kondisi desa dalam keadaan surplus, meratanya derajat ekonomi masyarakatnya.
Pada konteks ini surplus diartikan sebagai kemampuan keuangan desa dalam membiayai seluruh kegiatan desa sesuai yang diprogramkan dan tercukupinya kebutuhan dasar masing-masing anggota rumah tangga sehingga mendorong tumbuhnya sumber daya manusia yang handal yang mampu berperan mendorong kemakmuran desa dengan intensifikasi dan ekstensifikasi dengan tetap mendasarkan pada keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Perangkat dan aparatur Desa Plodongan
Kepala Desa
Sekretaris Desa
Bendahara Desa
Kasi Pemerintahan
Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan
Kaur Umum Dan Perencanaan
Kepala Dusun 1
Kepala Dusun 2
Data Populasi Penduduk Desa Plodongan Per Wilayah
Total Penduduk
Kepala Keluarga
Laki-Laki
Perempuan
| No. | Wilayah / Kawil / Ketua | KK | Jiwa | L | P |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Dusun SEMAMPIR | 90 | 287 | 145 | 142 |
| 1 | RW. 001 | 90 | 287 | 145 | 142 |
| 1 | RT. 001 | 24 | 80 | 37 | 43 |
| 2 | RT. 002 | 26 | 93 | 48 | 45 |
| 3 | RT. 003 | 40 | 114 | 60 | 54 |
| 2 | Dusun BANJARAN KIDUL | 127 | 441 | 242 | 199 |
| 1 | RW. 002 | 127 | 441 | 242 | 199 |
| 1 | RT. 004 | 48 | 154 | 86 | 68 |
| 2 | RT. 005 | 42 | 157 | 87 | 70 |
| 3 | RT. 006 | 37 | 130 | 69 | 61 |
| 3 | Dusun BANJARAN LOR | 101 | 343 | 185 | 158 |
| 1 | RW. 003 | 101 | 343 | 185 | 158 |
| 1 | RT. 007 | 49 | 168 | 88 | 80 |
| 2 | RT. 008 | 52 | 175 | 97 | 78 |
| 4 | Dusun TINDAKAN KIDUL | 52 | 192 | 106 | 86 |
| 1 | RW. 004 | 52 | 192 | 106 | 86 |
| 1 | RT. 009 | 52 | 192 | 106 | 86 |
| 5 | Dusun TINDAKAN SINANG | 26 | 102 | 56 | 46 |
| 1 | RW. 004 | 26 | 102 | 56 | 46 |
| 1 | RT. 010 | 26 | 102 | 56 | 46 |
| 6 | Dusun TINDAKAN LOR | 62 | 202 | 107 | 95 |
| 1 | RW. 004 | 62 | 202 | 107 | 95 |
| 1 | RT. 011 | 37 | 117 | 62 | 55 |
| 2 | RT. 012 | 25 | 85 | 45 | 40 |
| TOTAL | 458 | 1.567 | 841 | 726 | |
Produk unggulan dan usaha masyarakat desa
Menyediakan berbagai makanan desa seperti snack,nasi nox,nasi tumpeng,kue,brownies dll.
Produk anyaman bambu dan kerajinan kayu hasil karya masyarakat lokal.
Desa menghasilkan sayuran organik, padi, jagung, dan buah-buahan berkualitas.
Dokumentasi foto kegiatan desa
Hubungi Pemerintah Desa Plodongan
Desa Plodongan, Sukoharjo, Wonosobo
pemdesplodongan@gmail.com
0812-3456-7890